Bisnis Digital, Product Knowledge, Promosi & Branding, UMKM, Uncategorized, what's new

Angin Segar UMKM, TikTok Kembali Buka

Setelah simpang siur berita mengenai tiktok shop, kini e-commerce tersebut sudah resmi kembali beroperasi di Indonesia setelah kurang lebih 2 bulan berhenti beroperasi. Sebelumnya TikTok shop sibuk mengurus izin operasi untuk kembali beroperasi di Indonesia. Namun, karena dasar izin aplikasi TikTok hanya untuk sosial media, maka mereka membutuhkan e-commerce lain yang sudah lebih dulu beroperasi untuk bekerja sama.

Hingga akhirnya, TikTok mengumumkan bahwa layanan TikTok shop akan kembali beroperasi tanggal 12 Desember bertepatan dengan Harbolnas dengan menggandeng E-commerce terbesar asal Indonesia, yakni Tokopedia.

Alasan TikTok Memilih Tokopedia

Executive Director of E-Commerce Indonesia TikTok, Stephanie Susilo mengatakan alasan pihak mereka memilih tokopedia karena memiliki visi dan misi yang sama untuk menjunjung tinggi UMKM lokal dan kreator Indonesia. Sementara itu, Direktur Goto sekaligus presiden Tokopedia, Melissa Siska Juminto menyebutkan saat ini kerjasama antara Tokopedia dan TikTok masih berada dalam tahap uji coba yang memiliki banyak fokus, mulai dari hulu hingga ke hilir. Ia juga menambahkan, Tokopedia bersama TikTok berusaha memenuhi prosedur dari kementerian perdagangan. Tahap uji coba ini akan berlangsung selama 3-4 bulan.

Untuk menjalankan kerjasama, TikTok mengeluarkan biaya investasi sebesar lebih dari US $1,5 M (Rp.23,4 Triliun) dalam jangka panjang Tiktok akan menguasai lebih dari 75% saham tokopedia dan mengintegrasikan bisnis TikTok shop dengan lokapasar ini.

Dampak Positif Kerjasama


Pertumbuhan bisnis Tokopedia setelah bekerja sama dengan TikTok membawa keuntungan bagi GoTo yang akan menjadi mitra ekosistem bagi Tokopedia, termasuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan layanan keuangan digital melalui GoTo Finansial dan on-demand services dari Gojek. Masih dalam tahap uji coba, kedua perusahaan ini menjalankan kampanye ‘Beli Lokal’ untuk mempromosikan berbagai jenis merchant dari produk asal Indonesia untuk memungkinkan para pengguna TikTok berbelanja dan berinteraksi dengan produk lokal favorit mereka. Selain itu, kampanye ini hadir untuk menyambut para pedagang UMKM atas kembalinya mereka di e-commerce ini.

Dengan UMKM yang kembali bangkit, maka dapat mendorong terciptanya lapangan pekerjaan yang lebih luas dalam 5 tahun mendatang, Melalui kesepakatan ini, pelaku UMKM mendapat dukungan melalui berbagai program dari TikTok, Tokopedia dan grup GoTo berupa promosi produk yang akan mendorong pengembangan keahlian dan akses sumber daya mulai dari hulu (produksi) sampai ke hilir (penjualan).

UMKM juga dapat dukungan pemasaran, branding dan praktik bisnis berkelanjutan bagi pedagang, kesepakatan ini akan mendukung pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka di pasar internasional, membuka pusat pengembangan talenta digital di berbagai tempat di Indonesia dan paling penting mereka memastikan terciptanya persaingan harga yang wajar.

Kampanye ‘beli lokal’ ini juga untuk mengikuti peraturan pemerintah, menteri komunikasi dan informatika, Budi Arie Setiadi meminta agar jangan banyak barang impor yang masuk dan terjual melalui platform e-commerce. Selama masa uji coba ini kementerian perdagangan akan memantau dan mengaudit kepatuhan guna menilai seberapa baik pihak GoTo dan TikTok mematuhi peraturan, regulasi standar dan kode etik yang telah pemerintah tetapkan, audit juga akan meninjau efektivitas pengendalian internal organisasi.

Perubahan pada TikTok


Per-tanggal 12 Desember 2023, logo keranjang belanja sudah bisa terlihat lagi pada aplikasi TikTok. Adapun posisi keranjang tersebut mirip dengan posisi sebelumnya. Namun, ketika kalian memencet keranjang tersebut, pengguna akan terarah ke laman dengan tampilan banner hijau, mirip dengan tokopedia. Tidak lagi bernuansa pink-hitam-ungu seperti sebelumnya.

Namun, beberapa pihak menyebutkan bahwa TikTok masih melakukan pelanggaran karena segala jenis transaksi dapat selesai dari aplikasi yang sama. Menanggapi hal ini pihak Tokopedia masih akan terus memperbaiki, karena mereka nantinya akan bertindak sebagai e-commerce sehingga pengguna TikTok shop ketika melakukan transaksi akan langsung beralih ke aplikasi hijau untuk menyelesaikan transaksinya, tapi tak akan menutup aplikasi tiktok shop penggunanya. Sebab hanya sistem back end-nya saja yang akan ter-link ke Tokopedia.

Munculnya Kekhawatiran


Berita yang terus beredar mengenai TikTok kembali beroperasi tentu membuat beberapa pihak merasa khawatir. Salah satunya pedagang konvensional, mereka sedikit khawatir bahwa kembalinya TikTok shop ini dapat mengurangi pendapatan mereka kembali. Tentu saja hal ini menjadi masalah bagi mereka karena barang yang terjual pada e-commerce TikTok lebih rendah dari harga pasaran. Sehingga pedagang konvensional tidak akan memiliki kesempatan untuk bersaing karena pembeli pasti akan memilih warga yang murah tanpa berpikir dua kali.

Namun, suka cita justru lebih terasa ketika kabar kembalinya TikTok Shop kembali. Dari pelaku UMKM, Affiliator hingga para host live streaming menyambut berita ini dengan baik. Karena bagi mereka, kembalinya TikTok akan meningkatkan jumlah pemasukan mereka dan membuat pekerjaan mereka menjadi lebih pasti dari sebelumnya, setelah nasib para live host streaming cukup terombang-ambing begitu TikTok Shop tutup, karena tidak ada lagi fitur Live promosi.

Menanggapi Kembalinya TikTok

Sebagai pedagang, sikap yang bisa kamu ambil yakni dengan mencoba melihat dari sisi positifnya. Karena kemajuan teknologi memang tidak bisa kamu tolak selamanya. Mau-tak-mau para pedagang harus siap dengan perubahan ini dan mencoba peruntungan mereka pada sektor sosial media. Sebagai permulaan, kamu bisa mencoba beberapa hal ini lebih dulu sebelum terjun ke sosial media.

Langkah-langkah memulai berjualan online

1. Membuat akun sosial media

Pastikan kamu sudah mempersiapkan nama usaha kamu guna mendaftarkan di sosial media agar mendapatkan akun. Jangan coba-coba untuk menggunakan nama pribadi dengan alasan untuk mencampur akun pribadi dan akun usahamu dalam berjualan. Hasilnya akan jauh lebih baik jika kedua hal tersebut terpisah, karena jika kamu menggunakan nama usahamu akan memudahkan para calon pembeli untuk menemukan akumu. Pastikan kamu menulis nama usahamu dan bio yang cukup detail dan jelas berisi produk apa yang kamu jual serta nomor telepon yang dapat dihubungi.

2. Tentukan Jati Diri Akun Usahamu

Pilih Colour Pallete dan font yang akan kamu gunakan pada konten-kontenmu nanti. Dengan begitu kamu tidak perlu bingung ketika harus mengedit atau membuat konten. Pelajari tools editing
Jika kamu memiliki keterbatasan dalam membuat design. Tidak perlu khawatir, karena beberapa aplikasi editing sudah menyediakan template yang kamu dapat gunakan hanya dengan mengganti teks dan gambar. Untuk video kamu bisa coba aplikasi Capcut dan konten gambar kamu bisa mencoba menggunakan Canva.

3. Pelajari Cara Membuat Caption

Kamu bisa memperhatikan akun-akun lain yang sudah lebih dulu memiliki akun sosial media. Kamu bisa mempelajari dan melakukan ATM (Amati, tiru dan modifikasi) untuk kontenmu nanti.


Jika semua sudah siap, maka kamu tinggal memperhatikan bagaimana cara kerja sosial media. Karena pada dasarnya setiap platform memiliki algoritma yang berbeda-beda. Jika kamu sudah mulai beralih ke online, kamu bisa sampaikan juga hal tersebut kepada para pelangganmu yang rutin datang ke toko offline bahwa produkmu juga tersedia secara online. Atau dengan cara lain kamu bisa membuat spanduk dengan nama tokokmu dan menyertakan nama e-commerce onlinenya.

Karena jika penjualan online lebih ramai, maka akan jauh lebih untung lho!

Keuntungan Berjualan Online

1. Dapat Menjangkau Banyak Pembeli

Tidak hanya sekedar pembeli terdekat atau sekitar, berjualan online akan membuat produkmu terkenal. Baik mereka yang ada dalam satu kota, maupun luar kota bahkan beda pulau sekalipun mereka dapat mengetahui keberadaan produkmu, karena penyebaran konten di sosial media tidak terbatas. Hal itu dapat berdampak baik ke pendapatan penjualanmu, tanpa perlu bersusah payah mengantarkannya.

2. Memangkas Biaya Sewa

Dengan berjualan online, kamu tidak perlu menyewa tempat. Karena usaha online ini bisa kamu jalankan dari rumah. Sehingga keuntungan yang akan kamu dapatkan jauh lebih besar dan kamu tidak perlu lagi menyisihkan sebagian pendapatan untuk membayar uang sewa.

3. Waktu Fleksibel

Kamu tidak perlu memiliki waktu yang pasti dalam menjalankan usaha (contoh, buka jam 09:00 tutup jam 22:00) dengan berjualan online kamu dapat mengatur waktumu sesuai kebutuhan. Hal yang perlu kamu perhatikan hanya waktu pengiriman, pastikan tidak terlambat agar barangmu segera dikirim dan konsumen merasa puas karena prosesnya cepat.

Namun, berjualan online juga memerlukan fokus yang luar biasa. Karena, kamu harus memastikan barang yang kamu kirim dalam kondisi yang baik, tidak ada minus karena jika sudah terlanjur diterima oleh pembeli dan mereka melakukan komplain, akan berdampak langsung pada akunmu. Oleh sebab itu, kamu harus melakukan quality control sebelumnya. Jika kamu sudah mengirim barang dengan baik kepada pembeli, maka dapat menciptakan rasa percaya dalam diri mereka pada tokomu, sehingga mereka akan memesan barang lain nantinya.


Jadi, bagaimana apakah kamu tertarik untuk mulai beralih ke dunia online?

Related Posts